Desa Istimewa berbasis budaya dengan keramahan dan kondisi yang layak bagi terpenuhinya hak anak serta situasi nyaman aman terlindungi bagi semua anak yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 April 2015
Jogja Istimewa
Label:
anak,
gunung,
ikon,
istimewa,
jogja,
logo,
merapi,
pantai,
partisipasi,
pendidikan,
pohon,
program,
seni budaya,
terbaru,
tradisi,
tradisional,
tugu,
wayang
Minggu, 08 Desember 2013
Forum Anak Desa Tepus Gunungkidul
Sukiran:
Usul
penguatan budaya kearifan lokal: Kethoprak anak, permainan anak, jambore wisata budaya tentang kelautan/budaya pesisir Watu Samudra.
Anak tetap anak, jadi yang
menjadi indikator salah satunya adalah anak harus tetap bermain/melakukan permainan anak.
Usul
seluruh
desa/kelurahan: memakai bahasa jawa setiap
hari. Anak menghormati orang yang lebih tua.
Forum Anak Kulon Progo
Suri Aina:
Kasus
single
parent (ibu) 2
anak. Anak disekolah sakit-sakitan. Ibu memutuskan anak dinikahkan. Salah satu sanggar anak memperjuangkan tapi tidak ada tanggapan dari ketua RT/ RW.
Jawab: Di kota/kabupaten masing-masing sebenarnya sudah ada forum
perlindungan tapi tidak jemput bola. Jadi forum anak diharapkan jadi
penghubung. Sebenarnya
sudah ada pekerja sosial tingkat
desa.
Peran
masyarakat
kepedulian & keterlibatan dalam perlindungan anak (tidak terukur)
-
Berapa banyak kelompok/organisasi yang peduli terhadap anak tingkat desa... ini menjadi
lebih terukur.
-
Berapa orang di desa yang punya keahlian tentang anak & mau terlibat atau orang-orang yang mau untuk
dilatih... ini terukur.
-
Yang ditunggu adalah komitmen! Ada yang tertulis antar
masyarakat,
forum anak, pemerintah. Pembuatan indikator ala Daerah Istimewa Yogyakarta.
Forum Anak Sleman
Rizal
Pahlevi:
- Anak mural: jogja ora
didol, ditangkap
- Indikator: sanggar
sebagai penyaluran
kreatifitas anak
- Bagaimana supaya anak-anak tidak dewasa sebelum waktunya
-
Peraturan sekolah: hamil keluar (gimana jawaban dari pemerintah bahwa sekolah tidak
mengeluarkan anak karena malu).
Jawab: dari Diknas, anak hamil, cuti tanpa dikeluarkan.
Langkah ini perlu ada bukti: hitam diatas putih)
Forum Anak Bantul
Dafa:
- Aturan
naik motor dibawah umur betul-betul diterapkan, ganti naik sepeda plus diadakan trotoar, pedestrian.
- Anak terlibat dalam proses
pembangunan, tapi sudah 2 tahun tidak diundang rapat di kelurahan
-
Bisa dijadikan indikator desa yang aman/jalan yang layak dan ramah anak.
Indikator: zero SIM untuk anak dibawah usia 18 th
-
disediakan tempat ekspresi supaya tidak corat coret tembok (indikator).
WORKSHOP INISIASI TERWUJUDNYA DESA/KELURAHAN RAMAH ANAK
12-14 November
2013 oleh BPPM
- Anak mudah terpengaruh/rentan
terhadap lingkungan fisik &
psikis.
-
Mendukung proses tumbuh kembang
-
Permainan anak tradisional memiliki nilai positif yang perlu dilestarikan.
-
Nilai yang terkandung dalam Pancasila semakin hilang.
- Adat, agama kurang
penghargaan terhadap ortu
- Terlalu permisif
- Ego, kurang empati, instan,
kurang peduli
Prinsip
layanan P2PTPA
-
Kerahasiaan korban penting untuk dijaga
-
Di RDU tidak dipungut biaya (konsul/dampingan), jangan sampai menunggu masalah jadi besar
-
Kak Tesa (semua yang terima telp disebut Kak Tesa, jadi yang curhat tidak
pilih kakak yang terima/diajak konsul)
-
Anak sejak dalam kandungan - 18 th, jadi tidak boleh menggugurkan
kandungan.
-
Kondisi ekonomi tiap keluarga berbeda jadi anak perlu diberi
pengertian bahwa tidak semua keinginan
bisa terkabul.
-
Contoh/teladan ortu: anak disuruh belajar tapi orang tua melihat sinetron.
-
Tidak marah-marah kalau anak mendapat nilai jelek.
-
Anak juga memiliki kewajiban.
Bu Yani dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat
Langganan:
Postingan (Atom)
