Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

Forum Anak Desa Tepus Gunungkidul



Sukiran:

Usul penguatan budaya kearifan lokal: Kethoprak anak, permainan anak, jambore wisata budaya tentang kelautan/budaya pesisir Watu Samudra. 
Anak tetap anak, jadi yang menjadi indikator salah satunya adalah anak harus tetap bermain/melakukan permainan anak.
Usul seluruh desa/kelurahan: memakai bahasa jawa setiap hari. Anak menghormati orang yang lebih tua.

Forum Anak Kulon Progo



Suri Aina:

Kasus single parent (ibu) 2 anak. Anak disekolah sakit-sakitan. Ibu memutuskan anak dinikahkan. Salah satu sanggar anak memperjuangkan tapi tidak ada tanggapan dari ketua RT/ RW.
Jawab: Di kota/kabupaten masing-masing sebenarnya sudah ada forum perlindungan tapi tidak jemput bola. Jadi forum anak diharapkan jadi penghubung. Sebenarnya sudah ada pekerja sosial tingkat desa.
Peran masyarakat kepedulian & keterlibatan dalam perlindungan anak (tidak terukur)
-          Berapa banyak kelompok/organisasi yang peduli terhadap anak tingkat desa... ini menjadi lebih terukur.
-          Berapa orang di desa yang punya keahlian tentang anak & mau terlibat atau orang-orang yang mau untuk dilatih... ini terukur.
-          Yang ditunggu adalah komitmen! Ada yang tertulis antar masyarakat, forum anak, pemerintah. Pembuatan indikator ala Daerah Istimewa Yogyakarta.

Forum Anak Sleman



Rizal Pahlevi:

- Anak mural: jogja ora didol, ditangkap
- Indikator: sanggar sebagai penyaluran kreatifitas anak
- Bagaimana supaya anak-anak tidak dewasa sebelum waktunya
- Peraturan sekolah: hamil keluar (gimana jawaban dari pemerintah bahwa sekolah tidak mengeluarkan anak karena malu). 
Jawab: dari Diknas, anak hamil, cuti tanpa dikeluarkan. Langkah ini perlu ada bukti: hitam diatas putih)

Forum Anak Bantul



Dafa:
- Aturan naik motor dibawah umur betul-betul diterapkan, ganti naik sepeda plus diadakan trotoar, pedestrian.
- Anak terlibat dalam proses pembangunan, tapi sudah 2 tahun tidak diundang rapat di kelurahan
- Bisa dijadikan indikator desa yang aman/jalan yang layak dan ramah anak. Indikator: zero SIM untuk anak dibawah usia 18 th
- disediakan tempat ekspresi supaya tidak corat coret tembok (indikator).

WORKSHOP INISIASI TERWUJUDNYA DESA/KELURAHAN RAMAH ANAK



12-14 November 2013 oleh BPPM

- Anak mudah terpengaruh/rentan terhadap lingkungan fisik & psikis.
- Mendukung proses tumbuh kembang
- Permainan anak tradisional memiliki nilai positif yang perlu dilestarikan.
- Nilai yang terkandung dalam Pancasila semakin hilang.
- Adat, agama kurang penghargaan terhadap ortu
- Terlalu permisif
- Ego, kurang empati, instan, kurang peduli
Prinsip layanan P2PTPA
-          Kerahasiaan korban penting untuk dijaga
-          Di RDU tidak dipungut biaya (konsul/dampingan), jangan sampai menunggu masalah jadi besar
-          Kak Tesa (semua yang terima telp disebut Kak Tesa, jadi yang curhat tidak pilih kakak yang terima/diajak konsul)
-          Anak sejak dalam kandungan - 18 th, jadi tidak boleh menggugurkan kandungan.
-          Kondisi ekonomi tiap keluarga berbeda jadi anak perlu diberi pengertian bahwa tidak semua keinginan bisa terkabul.
-          Contoh/teladan ortu: anak disuruh belajar tapi orang tua melihat sinetron.
-          Tidak marah-marah kalau anak mendapat nilai jelek.
-          Anak juga memiliki kewajiban.

Bu Yani dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat